Thursday, January 21, 2010

Kata Mutiara Hikmah 5



Ditulis oleh Syaikh Syarafuddin ad-Daghestani
Mengenai Sultan adz-Dzikr (Dzikr dalam Hati)

Beliau berkata sehubungan dengan posisi Dzikir dalam Hati:"Siapa pun yang memasuki Posisi itu, dia akan mengalami dan mencapai Inti dari Nama “Allah”. Nama itu adalah Sultan dari seluruh Nama-NamaNya, karena Dia mencakup seluruh makna Nama-Nama tersebut dan kepada-Nyalah seluruh Atribut Ilahi kembali”. “Nama ‘Allah’ bagaikan Kata yang berlaku untuk semua Atribut ini dan itulah sebabnya mengapa Dia disebut Ism al-Jalala, Nama Yang Paling Mulia karena Dia Yang Mahatinggi, Mahasuci, dan Mahabesar.”

“Melalui pemahaman akal saja tidak mungkin bisa memanen buah dari rahasia-rahasia ini. Tubuh manusia tidak dapat mencakup Realitas Makna mengenai Tuhan. Tubuh manusia mustahil mencapai Kerajaan yang Tersembunyi dari Yang Maha Unik. Karena bagi Orang-orang dalam Inti, yang mereka miliki hanya kekaguman dan ketakjuban, sekali mereka memasuki posisi Pengetahuan Yang Tersembunyi, mereka akan tersesat, pergi ke mana-mana. Lalu bagaimana dengan Orang-orang dalam Atribut-Nya, yaitu mereka yang mempunyai kualitas tinggi dan masing-masing menunjukkan sebuah Attribut Ilahi yang disandangkan dan menghiasi mereka? Tetap saja mereka tidak bisa dihiasi dengan Inti dari Nama yang mencakup seluruh Nama, kecuali dengan memasuki Rahasia Yang Tersembunyi dari 99 Nama tersebut. Pada saat itu mereka baru diizinkan untuk meraih posisi Tanpa Sekat terhadap Cahaya dari Nama yang Mencakup seluruh Nama dan Atribut, nama Allah.”

“Jika para pencari terus melakukan Dzikir dengan Nama yang Mahasuci ‘Allah’, dia akan mulai berjalan di tempat Dzikir itu, yang jumlahnya ada tujuh. Setiap pencari yang terus melakukan Dzikir Allah dalam hati, dari 5000 sampai 48.000 kali sehari, akan mencapai tingkat kesempurnaan sehingga dia akan menjadi sempurna dalam Dzikir itu. Pada saat itu dia akan menemukan bahwa hatinya terus mengucapkan nama ‘Allah, Allah. Allah’ tanpa perlu menggerakkan lidah. Dia akan membangun kekuatan internal dengan membakar kotoran di dalamnya karena Api Dzikir melalap semua pengotor. Tidak ada yang tersisa kecuali permata yang bersinar dengan kekuatan spiritual”

“Begitu Dzikir memasuki dan menjadi kokoh dalam hatinya, dia akan meningkat lagi mencapai keadaan di mana dia bisa mengetahui Dzikir yang dilakukan oleh seluruh ciptaan Allah. Dia akan mendengar seluruh makhluk mengucapkan kalimat Dzikir dengan cara yang telah ditetapkan oleh Allah kepadanya. Dia mendengar setiap makhluk berdzikir dengan nada masing-masing dan irama yang berbeda satu sama lain. Pendengarannya terhadap yang satu tidak mempengaruhi pendengarannya terhadap yang lain, dia mampu mendengar semua secara simultan dan dia bisa membedakan masing-masing jenis Dzikir”

“Ketika para pencari melewati tingkat itu, dia akan mengalami peningkatan lebih jauh dalam Dzikirnya, dia akan melihat bahwa setiap orang yang diciptakan oleh Allah melakukan Dzikir yang sama dengan dirinya. Pada saat itu dia akan menyadari bahwa dia telah mencapai Kesatuan Yang Unik dan Sempurna. Semua melakukan dzikir yang sama dan menggunakan kata-kata yang sama. Segala macam perbedaan akan terhapus dari pandangannya, dan dia akan melihat semua orang yang bersamanya mempunyai tingkatan yang sama dengan Dzikir yang sama pula. Ini adalah Tingkat Penyatuan Setiap Orang dalam Satu Kesatuan. Di sini dia akan menarik semua bentuk Syirik yang tersembunyi sampai ke akar-akarnya dan semua makhluk akan tampak sebagai Satu Kesatuan. Ini adalah langkah pertama dari tujuh langkah dalam perjalanannya”

“Dari Tingkat Kesatuan dia akan menuju ke Tingkat Inti dari Kesatuan, di mana setiap orang yang Ada menjadi Tidak Ada, dan hanya Kesatuan Allah saja yang tampak”

“Kemudian dia akan menuju Tingkat Primordial dari Kesederhanaan Yang Sempurna, di mana dia bisa tampil dalam wujud apa saja Dari sana dia akan menuju Tingkat Kunci dari Rahasia, yang dikenal dengan Tingkat Nama-Nama, di mana tipe asli dari setiap makhluk ditunjukkan kepadanya dari alam ghaib menuju dunia yang nyata. Ini akan membuatnya berenang dalam orbit Nama-Nama dan Segala Atribut dan dia akan mengetahui semua Pengetahuan Yang Tersembunyi”

“Selanjutnya dia akan menuju Tingkat Yang Tersembunyi dari Yang Tersembunyi, Inti dari semua Yang Tersembunyi. Dia akan mengatahui semua Yang Tersembunyi melalui Kesatuan yang Unik dari Inti. Dia akan melihat semua kekuatan dan bentuknya”

“Dari sana dia menuju tingkat Realitas Sempurna dari Inti Nama-Nama dan Semua Aksi. Dia akan muncul di dalamnya, dalam atom mereka dan dalam totalitas mereka. Dia akan disandangkan dengan Nama Yang Paling Agung dan dia akan diagungkan dan dimahkotai dengan Tingkat Kebesaran”

"Kemudian dia akan menuju ke Tingkat Turunnya Allah (munazala) dari Tingkatan-Nya yang Agung ke Tingkat Surga Dunia. Dia sampai pada Tingkat itu, yang terdekat dengan Tingkat Keduniaan, di luar itu para Pembaca Dzikir tidak mempunyai Tingkat lain untuk dicapai melalui bacaannya”

“Fajar datang ke dalam dirinya dan Mentari Kesempurnaan tampak dalam diri dan tubuhnya, karena hal itu telah tampak melalui Dzikir yang dilakukan dalam hati dan jiwanya. Sebagai hasilnya, ketika Mentari Kesempurnaan tampak pada tubuh dan seluruh anggota tubuhnya, dia akan berada di Tingkat yang telah disebutkan dalam sabda Rasulullah saw, “Allah swt akan menjadi Telinga yang dipakainya untuk mendengar, Mata yang dipakainya untuk melihat, Lidah untuk berbicara, Tangan untuk menggenggam, dan Kaki untuk melangkah.” Kemudian dia akan mendapati dirinya dan menyatakan kepada dirinya bahwa, ‘Aku tidak berdaya dan sungguh lemah.’ Karena pada saat itu dia telah memahami makna Kekuatan Ilahi”

“Setiap beliau dimintai nasihat jika beliau berkata, ‘Lakukan apa yang kamu suka’, maka orang itu tidak akan pernah berhasil. Tetapi bila beliau berkata, ‘Lakukan ini dan lakukan itu’, maka orang tersebut akan berhasil” “Konon beliau tidak pernah menyebutkan sesuatu yang telah berlalu. Beliau tidak pernah menerima suatu gunjingan dan akan mengusir para pelaku dari asosiasinya. Dilaporkan pula bahwa setiap kali orang duduk dalam asosiasinya, mereka akan merasakan bahwa kecintaan terhadap dunia akan lenyap dari hati mereka. Beliau sering mengatakan, “Jangan duduk tanpa berdzikir, karena kematian selalu mengikutimu”

“Beliau berkata, ‘Peristiwa yang paling membahagiakan bagi ummat manusia adalah ketika dia meninggal, karena ketika dia meninggal, dosanya juga ikut mati bersamanya” “Bagaimana mungkin aku memotong pohon yang masih hijau ketika dia sedang berdzikir, mengucapkan la ilaha illallah? Aku lebih suka mengumpulkan dahan-dahan mati, dan tidak membakar cabang-cabang pohon yang sedang berdzikir.” “Beliau berkata, ‘Setiap pencari yang tidak membiasakan diri dan melatih dirinya untuk berpuasa di siang hari dan bangun di malam hari untuk beribadah dan melayani saudaranya, dia tidak akan memperoleh kebaikan dalam Thariqat ini”

Menghilangkan Karakter Buruk

“Ketika kamu pertama kali datang kepadaku, Aku melihatmu dan menemukan karakter buruk dalam dirimu. Setiap orang mempunyai karakter baik yang bercampur dengan karakter buruk. Ketika kamu melakukan bay’at seluruh perbuatan buruk yang telah kamu lakukan sebelumnya, Aku ganti dengan perbuatan baik. Kecuali dua hal, yaitu keinginan seksual dan kemarahan. Minggu lalu kami hilangkan kedua karakter buruk itu dari dirimu.’ Ketika beliau mengucapkan hal itu, Aku sadar bahwa beliau telah duduk bersamaku dan melihat keinginan seksual dan kemarahanku, Aku mulai menangis, menangis, dan menangis. Setelah dua jam aku menangis, beliau berkata, ‘Cukup! Allah swt telah mengampunimu, Rasulullah saw juga telah mengampunimu.’ Aku berkata, ‘Wahai Syaikhku, apakah engkau benar-benar mengampuniku? Apakah Rasulullah telah mengampuniku? Apakah Allah telah mengampuniku? Apakah para Masyaikh yang matanya selalu mengawasiku telah mengampuniku? Dulu Aku berpikir bahwa Aku melakukan perbuatan itu sendirian, tetapi sekarang Aku tahu bahwa engkau semua melihatku”

“Beliau berkata, ‘Wahai anakku, kita adalah hamba-hamba yang berada di depan pintu Rasulullah saw dan di depan pintu Allah swt. Apapun yang kita minta dari Mereka, Mereka akan menerima permintaan kita karena kita berada dalam kehadiratnya dan kita adalah Satu.’ Aku berkata, ‘Sebagai suatu itikad baik, karena Aku telah diampuni, bagaimana Aku bisa bersyukur kepada Allah dan memberi kehormatan kepadamu dan kepada Rasulullah saw? Apakah dengan jalan merayakan mawlid (Kelahiran Rasulullah saw), atau berkurban, atau mengeluarkan sedekah lainnya?’ Beliau berkata, ‘Apa yang kami inginkan darimu adalah agar kamu senantiasa melakukan dzikir thariqat Naqsybandi”

Nasehat beliau Ketika Didalam Penjara

“Aku diutus ke sini untuk membawa rahasia orang banyak, orang-orang yang dipenjarakan tanpa sebab. Aku memberi dukungan kepada orang-orang ini. Allah swt mengutusku ke sini, karena kamu semua berkumpul di sini, dan sangat sulit mencapai kalian. Saya berada di sini untuk mengucapkan salam perpisahan kepadamu, karena kami segera akan meninggalkan dunia ini. Kami akan mengantarkan kepadamu rahasia-rahasia kamu. Bagi kami tidak ada istilah penjara, kami selalu berada dalam Kehadirat-Nya dan kami tidak pernah terpengaruh dengan penjara. Kalian semua akan meninggal beberapa saat lagi tetapi kalian akan bertemu lagi, ketika seorang tokoh penting meninggal barulah kalian semua akan bertemu kembali”

Rahasia Surat al-An’am

“Selama tiga bulan Aku telah menyelami Samudera Surat al-An'am untuk mengeluarkan seluruh nama dari Thariqat Naqsyabandi yang berjumlah 7007 dari salah satu ayatnya. Alhamdulillah, Aku berhasil mendapatkan nama-nama mereka beserta seluruh gelarnya dan Aku telah mencatatnya pada catatan harianku yang Aku berikan kepada penerusku, Syaikh 'Abdullah Faiz ad Daghestani. Dia berisikan nama-nama seluruh Wali dari beragam kelompok yang akan ada pada masanya Imam Mahdi as”

Wasiat

"Wahai anakku, inilah wasiatku. Aku akan pergi dalam dua hari ini.Atas perintah Rasulullah saw, Aku menunjukmu sebagai penerusku dalam Thariqat Naqsyabandi, bersamaan dengan lima thariqat lain yang telah Aku terima dari pamanku. Seluruh rahasia yang pernah diberikan padaku dan seluruh kekuatan yang telah disandangkan kepadaku dari para pendahuluku di Thariqat Naqsyabandi dan kelima thariqat lainnya, kini kusandangkan kepadamu. Seluruh pengikut yang engkau bay’at di Thariqat Naqsyabandi, juga dengan sendirinya akan di-bay’at di lima thariqat lainnya dan juga akan mendapatkan rahasia mereka. Segera, akan datang kepadamu perintah untuk meninggalkan Turki dan pergi menuju Damaskus (Syam asy-Syarif) [yang pada saat itu amatlah sulit untuk dicapai karena peperangan yang dahsyat]”

Berdakwah lah Dgn Hikmah dan Pelajaran Yang Baik, Jika Diajak Berdebat, Maka Bantahlah Dengan Wajah Berseri, Lemah Lembut Dan Bahasa Yang Sopan

Allah berfirman: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk" (An-Nahl 16:125)

Ibnu Kathir menafsirkan ayat ini dalam tafsir nya dengan mengatakan: "Allah swt berfirman memerintahkan kepada RasulNya Muhammad saw untuk menyeru manusia ke jalan Allah swt dengan hikmah"

Ibnu Jarir berkata tentang "hikmah" iaitu Al-Quran dan hadis yg Allah swt turunkan kepadanya". "Dan pelajaran yg baik", termasuk peringatan, teguran dan kejadian2 yg telah dialami oleh manusia (Ath-Thabari (XVII/321). Rasulullah saw diminta utk mengingatkan mereka akan hal itu, supaya mereka lebih berhati2 dan berwaspada dgn azab Allah swt.

Firman Allah swt yg bermaksud "Dan bantahlah mereka dengan cara yg baik". Maksudnya adalah jika ada diantara mereka yg mengajak diskusi dan berdebat, maka hendaklah membantah mereka dengan wajah yg berseri, lemah lembut dan bahasa yg sopan, sebagaimana yg difirman kan oleh Allah swt dlm Al-Quran:

"Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri."(Al-Ankabuut 29:46)

Oleh kerana itu, Allah swt memerintahkan RasulNya agar lemah lembut, sebagaimana perintahNya kepada Nabi Musa dan Nabi Harun tatkala Allah mengutus mereka pada Fir'aun, yg diabadikan dalam FirmanNya:

"maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut." (Thahaa 20:44)

Dalam Hadis juga Nabi saw ada menceritakan berkenaan penting nya sifat lemah lembut. Rasulullah saw bersabda: "Tidaklah kelembutan terdapat pada sesuatu, melainkan akan membuatnya lebih bagus dan tidaklah kelembutan tercabut darinya, melainkan akan membuatnya buruk" (HR Muslim (2594) dari 'Aisyah r.a)

Firman Allah swt selanjutnya: "Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk".

Ibnu Kathir menafsirkan ayat ini dengan berkata: "Maksudnya, Allah swt Maha Mengetahui siapa diantara mereka yg selamat dan yg celaka, semuanya telah ditulis dan dia tetapkan. Maka tugasmu adalah menyeru mereka, janganlah kamu binasa kerana sedih terhadap mereka yg sesat. Sesungguhnya, bukan kamu yg memberi hidayah kepada mereka. Kamu hanyalah memberi peringatan atau menyampaikan sahaja. Kami lah yg akan menghisab mereka semua.

Wednesday, January 20, 2010

keajiabpan Allah

OSMAN DOL 'LARI DARI NERAKA'


MULAKANLAH SETIAP PEKERJAAN KITA DENGAN MEMBACA BISMILAH.
BISMILAHIRAHMANIRAHIM...yang bererti.... DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA MENGASIHANI.....Bismilah ini hak kita. Hak orang Islam. Kenapa kita lupa untuk membacanya pada setiap pekerjaan yang hendak kita lakukan. Hendak makan, minum, tidur, bangun dari tidur atau apa juga pekerjaan yang hendak kita lakukan, mulakan dengan Bismilah. Kata ulamak, besar barakahnya membaca Bismilah itu dalam setiap pekerjaan yang hendak kita lakukan. Malah kata ulamak, kita boleh berjalan di atas air kalau kita yakin hanya dengan membaca Bismilahirahmanirahim. Ketika hendak tidur baca Bismilah 21 kali, Insya-Allah kita selamat hingga ke pagi.

ceramah dekat dengan allah

doa taubat

zikir

zikir lepas solat

cara solat

Kepentingan Kisah Dalam al-Qur’an

Definisi

Secara bahasa kata al-Qashash dan al-Qushsh maknanya mengikuti atsar (jejak/bekas). Sedangkan secara istilah maknanya adalah informasi mengenai suatu kejadian/perkara yang berperiodik di mana satu sama lainnya saling sambung-menyambung (berangkai).

Kisah-kisah dalam al-Qur’an merupakan kisah paling benar sebagaimana disebutkan dalam firman Allah ta’ala, “Dan siapakah orang yang lebih benar perkataannya dari pada Allah.?” (QS.an-Nisa’/4:87). Hal ini, kerana kesesuaiannya dengan realiti sangatlah sempurna.


Kisah al-Qur’an juga merupakan sebaik-baik kisah sebagaimana disebutkan dalam firman Allah ta’ala, “Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan al-Qur’an ini kepadamu.” (QS.Yusuf/12:3). Hal ini, kerana ia mencakup tingkatan kesempurnaan paling tinggi dalam capaian balaghah dan keagungan maknanya.

Kisah al-Qur’an juga merupakan kisah paling bermanfa’at sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya, “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (QS.Yusuf/12:111). Hal ini, kerana pengaruhnya terhadap perbaikan hati, perbuatan dan akhlaq amat kuat.

Jenis-Jenis Kisah

Kisah al-Qur’an terbahagi menjadi 3 jenis:

1. Kisah mengenai para nabi dan Rasul serta hal-hal yang terjadi antara mereka dan orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir.

2. Kisah mengenai individu-individu dan golongan-golongan tertentu yang mengandungi pelajaran. Kerananya, Allah mengisahkan mereka seperti kisah Maryam, Luqman, orang yang melewati suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya (seperti tertera dalam surat al-Baqarah/2:259), Dzulqarnain, Qarun, Ash-habul Kahf, Ash-habul Fiil, Ash-habul Ukhdud dan lain sebagainya.

3. Kisah mengenai kejadian-kejadian dan kaum-kaum pada masa Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam seperti kisah perang Badar, Uhud, Ahzab (Khandaq), Bani Quraizhah, Bani an-Nadhir, Zaid bin Haritsah, Abu Lahab dan sebagainya.

Beberapa Hikmah Penampilan Kisah

Hikmah yang dapat dipetik banyak sekali, di antaranya:

a. Penjelasan mengenai hikmah Allah ta’ala dalam kandungan kisah-kisah tersebut, sebagaimana firman-Nya, “Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran). Itulah suatu hikmat yang sempurna, maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka).” (al-Qamar/54:4-5)

b. Penjelasan keadilan Allah ta’ala melalui hukuman-Nya terhadap orang-orang yang mendustakan-Nya. Dalam hal ini, firman-Nya mengenai orang-orang yang mendustakan itu, “Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, kerana itu tiadalah bermanfa’at sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan.” (QS. hud/11:101)

c. Penjelasan mengenai kurnia-Nya berupa diberikannya pahala kepada orang-orang beriman. Hal ini sebagaimana firman-Nya, “Kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing.” (QS. Al-qamar/54:34)

d. Hiburan bagi Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam atas sikap yang dilakukan orang-orang yang mendustakannya terhadapnya. Hal ini sebagaimana firman-Nya, “Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya); kepada mereka telah datang rasul-rasulnya dengan membawa mukjizat yang nyata, zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna. Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaan-Ku.” (QS.fathir/35:25-26)

e. Cadangan bagi kaum Mukminin dalam hal keimanan di mana dituntut agar tegar di atasnya bahkan menambah frekuensinya sebab mereka mengetahui bagaimana kaum Mukminin terdahulu selamat dan bagaimana mereka menang saat diperintahkan berjihad. Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala, “Maka Kami telah memperkenankan doanya dari menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikian itulah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS.al-Anbiya’/21:88) Dan firman-Nya yang lain, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (QS.ar-Rum/30:47)

f. Peringatan kepada orang-orang kafir akan akibat terus menerusnya mereka dalam kekufuran. Hal ini sebagaimana firman-Nya, “Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memerhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu.” (QS.muhammad/47:10)

g. Menetapkan risalah Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, sebab berita-berita tentang umat-umat terdahulu tidak ada yang mengetahuinya selain Allah ta’ala. Hal ini sebagaimana firman-Nya, “Itu adalah di antara berita-berita penting tentang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini.” (QS.Hud/11:49) Dan firman-Nya, “”Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (iaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah.” (Ibrahim/14:9)

Apa Faedah Pengulangan Kisah?

Ada di antara kisah-kisah al-Qur’an yang hanya disebutkan satu kali saja seperti kisah Luqman dan Ash-habul Kahf. Ada pula yang disebutkan berulang kali sesuai dengan keperluan dan mashlahah. Pengulangan ini pun tidak dalam satu aspek, tetapi berbeza dari aspek panjang dan pendek, lembut dan keras serta penyebutan sebahagian aspek lain dari kisah itu di satu tempat namun tidak disebutkan di tempat lainnya.

Hikmah Pengulangan Kisah

Di antara hikmah pengulangan kisah ini adalah:

- Penjelasan betapa pentingnya kisah sebab dengan pengulangannya menunjukkan adanya perhatian penuh terhadapnya.

- Menguatkan kisah itu sehingga tertanam kukuh di hati semua manusia

- Memerhatikan masa dan kondisi orang-orang yang diajak bicara. Kerana itu, anda sering mendapatkan kisahnya begitu singkat dan biasanya keras bila berkenaan dengan kisah-kisah dalam surah-surah Makkiyyah, namun hal sebaliknya terjadi pada kisah-kisah dalam surah-surah Madaniyyah

- Penjelasan sisi balaghah al-Qur’an dalam pemunculan kisah-kisah tersebut dari sisi yang satu atau dari sisi yang lainnya sesuai dengan tuntutan kondisi

- Nampak terangnya kebenaran al-Qur’an dan bahawa ia berasal dari Allah ta’ala dimana sekali pun kisah-kisah tersebut dimuat dalam beragam jenis namun tidak satu pun terjadi kontradiksi.

Udara Padang Pasir

Al-Quran merupakan sumber pertama rujukan umat islam sebelum hadis. Kesucian & kemuliannya sentiasa terjaga sejak ia diturunkan sehigga kiamat, segala rahsia khazanah hikmahnya tidak habis dirungkai walaupun sudah digali berlapis2 generasi ulama terdahulu higga kini. Setiap ayat dan perintah yg diturunkan mempunyai 1001 hikmah yang misteri.

Allah pernah megutusakn rasul2 terdahulu dengan disusuli kitab suci seperti Zabur, Taurat, Injil dan Al-Quran kepada N. Muhammad dengan mukjzat yg agung dan paling tinggi.
Sifat Ummi (tidak mampu membaca & meunlis) adalah cabaran terhebat bagi mana2 individu yg cuba mengatakan AlQuran ciptaan Muhammad.

Kehidupan dan sosial Rasullulah hidup dalam keaadaan miskin menyebabkan tiada peluang untuk megikuti sebarang kelas pengajian lebih2 lagi hidup dizaman Jahiliyya tanpa tamadun ilmu malahn untuk mencari org yg pandai menulis & mambace pon payah.

Akal waras terpaksa mengakui AlQuran yg dibawa Muhammad Rasululla adalah kalam Allah, bagaimana seorang lelaki yg tidak perna menulis, membaca, menuntut ilmu, boleh mendatangkan 1 kitab yg membincangkan kisah2 zaman lampa, perbahasan ilmiah & sains yg sangat halus yg baru ditemui oleh pakar2 sains sekarang.

Al-Quran membawa umat islam kepada rasa hormat terhadap nabi2 Allah yg telah menyerahkan kehidupan mereke untuk mengajak manusia mengenal Allah. Ini adalah 1 bukti jelas AlQuran adalah kalam AlRabb yg tidak tergugat dgn segala perancangan musuh yg cuba memesongkan ayat2 Allah. Penciptaan ayat2 & surah palsu dari mereka tetap menemui jalan buntu firma Allah SWT :-

"Sesungguhnya Kamilah yg menurunkan AlQuran, dan Kamilah yg memelihara & menjaganya"
Surah Hijr 15:9

Para ulama islam hanya menjaga AlQuran & AsSunna dan sebarang pandangan ijtihad tidak boleh keluar dari lingkungan sumber syarak. Para ulama juga bukan pencipta dasar tetapi hanya penjaga dasar. Ini juga bukti penjagaan & pengekalan keaslian tanpa sebarang tokok tambah.

Oleh itu kita sepatutnya mengelarkan nabi "Muhammad Al-Qurawi dan bukannya Al-Ummi.
Jadi sekarang saya menyeru diri saya sendiri & anda semua untuk menguasai ilmu2 islam agar AlQuran dan islam dapat dikuasai secara mendalam. Selamat menjadi keluarga Nubuwwa & Risalah Allah SWT.

hikmah puasa




"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)

PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.

RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.

Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.

Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.

Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:

"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor."
(H.R.Ibnu Khuzaimah)

Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.

Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan
rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.

Allah berfirman yang maksudnya:

"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (s.al-A'raf:31)

Nabi s.a.w.juga bersabda:

"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."

Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.

Allah berfirman yang maksudnya: "Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran
pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran
itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.

(s.al-Baqarah:185)

Tuesday, January 19, 2010

hikma sujud




. Sujud lega sistem pernafasan

Mungkin ramai di kalangan umat Islam tidak sedar mengenai pelbagai hikmah yang tersembunyi ketika sujud. Pada hal, kita perlu sedar bahawa tiada suatu pun ciptaan dan suruhan Allah s.w.t . yang sia-sia, malahan setiap ciptaan itu mempunyai kelebihan yang selalunya tidak terjangkau akal manusia.
2. Manusia melakukan sujud dalam dua bentuk, iaitu sujud fizikal seperti ketika bersolat dan sujud spiritual berbentuk ketaatan kepada perintah Allah s.w.t. dan menjauhi larangannya.
3. Ulama mengatakan sujud ketika solat adalah waktu manusia paling hampir dengan Allah s.w.t. dan mereka menggalakkan kita bersujud lebih lama.
4. Antara hikmah lain sujud adalah melegakan sistem pernafasan dan mengembalikan kedudukan organ ke tempat asalnya.
5. Bernafas ketika sujud pula boleh:

* membetulkan kedudukan buah pinggang yang terkeluar sedikit dari tempat asalnya;
* membetulkan pundi peranakan yang jatuh;
* melegakan sakit hernia (burut);
* mengurangkan sakit senggugut ketika haid;
* melegakan paru-paru daripada ketegangan;
* mengurangkan kesakitan bagi pesakit apendiks atau limpa;
* kedudukan sujud adalah paling baik untuk berehat dan mengimbangkan lingkungan bahagian belakang tubuh;
* meringankan bahagian pelvis;
* memberi dorongan supaya mudah tidur;
* menggerakkan otot bahu, dada, leher, perut serta punggung ketika akan sujud dan bangun daripada sujud;
* pergerakan otot itu menjadikan ototnya lebih kuat dan elastik, secara automatik memastikan kelicinan perjalanan darah yang baik;
* bagi wanita, pergerakan otot itu menjadikan buah dadanya lebih baik, mudah berfungsi untuk menyusukan bayi dan terhindar daripada sakit buah dada;
* mengurangkan kegemukan;
* pergerakan bahagian otot memudahkan wanita bersalin, organ peranakan mudah kembali ke tempat asal serta terhindar daripada sakit gelombang perut (convulsions);
* organ terpenting iaitu otak manusia menerima banyak bekalan darah dan oksigen;
* mengelakkan pendarahan otak jika tiba-tiba menerima pengepaman darah ke otak secara kuat dan mengejut serta terhindar penyakit salur darah dan sebagainya;
* Dari segi psikologi pula, sujud membuatkan kita merasa rendah diri di hadapan Yang Maha Pencipta sekaligus mengikis sifat sombong, riak, takbur dan sebagainya;
* Dari segi perubatan, kesan sujud yang lama akan menambahkan kekuatan aliran darah ke otak yang boleh mengelakkan pening kepala dan migrain, menyegarkan
otak serta menajamkan akal fikiran sekali gus menguatkan mentality seseorang;
* Menurut kajian, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah sedangkan setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal dan sempurna.

Sunday, January 17, 2010

Bapa dan ibu saudara Nabi Muhammad

Al-Harith bin Abdul Muthalib
Muqawwam bin Abdul Muthalib
Zubair bin Abdul Muthalib
Hamzah bin Abdul Muthalib
Al-Abbas bin Abdul Muthalib
Abu Thalib bin Abdul Muthalib
Abu Lahab bin Abdul Muthalib
Abdul Kaabah bin Abdul Muthalib
Hijl bin Abdul Muthalib
Dzirar bin Abdul Muthalib
Ghaidaq bin Abdul Muthalib
Safiyah binti Abdul Muthalib
'Atikah binti Abdul Muthalib
Arwa binti Abdul Muthalib
Umaimah binti Abdul Muthalib
Barrah binti Abdul Muthalib
Ummi Hakim al-Bidha binti Abdul Muthalib

Laman-laman dalam kategori "Hukum Islam"

Yang berikut ialah 11 daripada 11 buah laman dalam kategori ini.

F
Fardu
Fardu Ain
H
Hadis
Halal
H samb.
Haram
I
Ijmak
K
Kias
M
Makruh
S
Seminar Fenomena Najis Mughallazah
U
Umum al-balwa
W
Wajib

Kisah Nabi Isa a.s.

Isa (عيسى) merupakan seorang nabi yang penting dalam agama Islam. Dalam Kitab Suci Al Qur'an, ia digelar Isa ibni Maryam atau Isa al-Masih. Kata ini diperkirakan berasal dari bahasa Aram, Eesho atau Eesaa. Jesus Christ adalah nama yang umumnya diguna pakai oleh pengganut Kristian untuk menyebutnya, sedangkan orang Arab Kristian menyebutnya dengan Yasu' al-Masih (يسوع المسيح).

Mengikut al-Qur'an, keturunan Isa bermula dari kelahiran Maryam iaitu anak perempuan Imran, berlanjut dengan tumbuh kembangnya dalam asuhan Zakaria, serta kelahiran Yahya. Kemudian Qur'an menceritakan keajaiban kelahiran Isa sebagai anak Maryam tanpa ayah.

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah) (Qur'an surat Ali Imran ayat 45)
Cerita tentang Isa kemudian berlanjut dengan pengangkatannya sebagai utusan Allah, penolakan oleh Bani Israel dan berakhir dengan pengangkatannya ke syurga.

Beza Antara Merebut Nama Allah Dan Mempertahankan Akidah

Hendaklah kita jelas bahawa yang membezakan akidah Islam dan selainnya bukanlah pada sebutan, atau rebutan nama Allah, sebaliknya pada ketulusan tauhid dan penafian segala unsur syirik.

Banyak pihak mendesak saya memberikan pandangan tentang penggunaan nama Allah oleh agama lain khususnya agama Kristian di Malaysia ini. Pada awalnya, saya selalu mengelak, cuma memberikan pandangan ringkas dengan berkata: “Isu ini bukan isu nas Islam, ianya lebih bersifat pentadbiran atau tempatan.

Peraturan ini mungkin atas alasan-alasan setempat seperti kenapa sekarang baru ditimbulkan isu ini? Kenapa hanya Bible dalam bahasa melayu sahaja yang hendak menggunakan panggilan Allah, tidak pula edisi inggerisnya? Adakah di sana ada agenda tersembunyi? Maka wujudnya tanda soal dan beberapa prasangka yang mungkin ada asasnya. Maka lahirlah kebimbangan terhadap kesan yang bakal timbul dari isu itu nanti.

Namun, akhir-akhir ini saya terus didesak. Saya kata: jika anda hendak tahu pendirian Islam bukanlah dengan falsafah-falsafah tentang akar bahasa itu dan ini yang diutamakan. Rujuk terdahulu apa kata al-Quran dan al-Sunnah. Lepas itu kita bincang hukum berkenaan bertitik tolak dari kedua sumber tersebut.

Kadang-kala kesilapan kita dalam mempertahankan perkara yang tidak begitu penting, boleh melupakan kita kepada isu yang lebih penting. Isu yang terpenting bagi saya adalah kefahaman mengenai keadilan dan kerahmatan Islam yang mesti sampai kepada setiap rakyat negara ini, muslim atau bukan muslim. Supaya gambaran negatif yang salah terhadap Islam dapat dikikis dari minda mereka yang keliru.

Di samping itu, hendaklah kita jelas bahawa yang membezakan akidah Islam dan selainnya bukanlah pada sebutan, atau rebutan nama Allah, sebaliknya pada ketulusan tauhid dan penafian segala unsur syirik. Di samping, kita mesti bertanya diri kita: mengapakah kita sentiasa merasakan kita akan menjadi pihak yang tewas jika orang lain memanggil tuhan Allah? Mengapakah kita tidak merasakan itu akan lebih memudahkan kita menyampaikan kepada mereka tentang akidah Islam?. Maka, apakah isu ini bertitik tolak dari nas-nas Islam, atau kebimbangan disebabkan kelemahan diri umat Islam itu sendiri?

Jika kita membaca Al-Quran, kita dapati ia menceritakan golongan musyrikin yang menentang Nabi Muhammad s.a.w juga menyebut nama Allah dan al-Quran tidak membantah mereka, bahkan itu dijadikan landasan untuk memasukkan akidah Islam yang sebenar. Firman Allah: (maksudnya) “Dan Demi sesungguhnya! jika engkau (Wahai Muhammad) bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka?” sudah tentu mereka akan menjawab: “Allah!”. (jika demikian) maka bagaimana mereka rela dipesongkan? Dan (Dia lah Tuhan Yang mengetahui rayuan Nabi Muhammad) yang berkata: Wahai Tuhanku! Sesungguhnya mereka ini adalah satu kaum yang tidak mahu beriman!” (Surah al-Zukhruf ayat 87-88).

Firman Allah dalam ayat yang lain: (maksudnya) “Dan sesungguhnya jika engkau (Wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: “siapakah yang menurunkan hujan dari langit, lalu dia hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya?” sudah tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Ucapkanlah (Wahai Muhammad): “Alhamdulillah” (sebagai bersyukur disebabkan pengakuan mereka yang demikian), bahkan kebanyakan mereka tidak menggunakan akal (untuk memahami tauhid) (Surah al-Ankabut ayat 63).

Ayat-ayat ini, bahkan ada beberapa yang lain lagi menunjukkan al-Quran tidak membantahkan golongan bukan muslim menyebut Allah sebagai Pencipta Yang Maha Agung. Bahkan Nabi Muhammad s.a.w disuruh untuk mengucapkan kesyukuran kerana mereka mengakui Allah. Apa yang dibantah dalam ayat-ayat ini bukanlah sebutan nama Allah yang mereka lafazkan, sebaliknya ketidak tulusan tauhid yang menyebabkan akidah terhadap Allah itu dipesongkan atau bercampur syirik.

Justeru, soal bukan muslim mengakui Allah tidak dibantah oleh Islam, bahkan kita disuruh bersyukur kerana pengakuan itu. Cuma yang dibantah ialah kesyirikan mereka. Umpamanya, jika kita mendengar bukan muslim menyebut “Allah yang menurunkan hujan, atau menumbuhkan tumbuhan”, maka kita tentu gembira kerana dia mengakui kebesaran Allah.

Apakah patut kita kata kepadanya: awak jangan kata Allah yang menurunkan hujan, atau mencipta itu dan ini, awak tidak boleh kata demikian kerana awak bukan muslim, sebaliknya awak kena kata tokong awak yang menurun hujan”. Apakah ini tindakan yang betul? Tidakkah itu menjauhkan dia dari daerah ketuhanan yang sebenar? Kita sepatutnya berusaha mendekatkan dia kepada ajaran yang benar. Namun, jika dia berkata: “Tokong ini adalah Allah”. Saya kata: “Awak dusta, itu tidak benar! Maha suci Allah dari dakwaan awak”.

Maka, ketika Allah menceritakan peranan peperangan dalam mempertahankan keamanan dan kesejahteraan manusia, Allah menyebut: (maksudnya) “..dan kalaulah Allah tidak mendorong setengah manusia menentang (pencerobohan) setengah yang lain, nescaya runtuhlah tempat-tempat pertapaan serta gereja-gereja (kaum Nasrani), dan tempat-tempat sembahyang (kaum Yahudi), dan juga masjid-masjid (orang Islam) yang sentiasa disebut nama Allah banyak-banyak dalam semua tempat itu dan sesungguhnya Allah akan menolong sesiapa yang menolong ugamanya (ugama Islam); Sesungguhnya Allah Maha Kuat, lagi Maha Perkasa. (Surah al-Hajj ayat 40).

Ayat ini mengakui tempat-tempat ibadah itu disebut nama Allah. Adapun berhubung dengan orang Kristian, Allah menyebut: (maksudnya) “Sesungguhnya telah kafirlah mereka yang berkata: “Bahawasanya Allah ialah salah satu dari yang tiga (triniti)”. padahal tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Tuhan Yang Maha Esa..(Surah al-Maidah ayat 73). Ayat ini tidak membantah mereka menyebut Allah, tetapi yang dibantah adalah dakwaan bahawa Allah adalah satu dari yang tiga.

Justeru itu kita lihat, orang-orang Kristian Arab memang memakai perkataan Allah dalam Bible mereka, juga buku-buku doa mereka. Tiada siapa pun di kalangan para ulama kaum muslimin sejak dahulu yang membantahnya. Jika ada bantahan di Malaysia, saya fikir ini mungkin atas alasan-alasan setempat yang saya sebutkan pada awal tadi. Cuma yang diharapkan, janganlah bantahan itu akhirnya memandulkan dakwah Islam dan menjadikan orang salah faham terhadap agama suci ini.

Saya selalu bertanya sehingga bilakah kita di Malaysia ini akan begitu defensive, tidak memiliki anti-bodi dan tidak mahu berusaha menguatkannya dalam diri? Akhirnya, kita terus bimbang dan takut kepada setiap yang melintas. Padahal itu bukan sifat Islam. Islam agama yang ke hadapan, misi dan intinya sentiasa disebarkan. Sehingga Allah menyebut: (maksudnya):“Dan jika seseorang dari kalangan musyrikin meminta perlindungan kepadamu, maka berilah perlindungan kepadanya sehingga dia sempat mendengar keterangan-keterangan Allah (tentang hakikat Islam itu), kemudian hantarlah dia ke tempat yang selamat. Demikian itu (perintah tersebut) ialah kerana mereka itu kaum yang tidak mengetahui (hakikat Islam). (Surah al-Taubah ayat 6).

Ada orang tertentu yang berkata kepada saya: nanti orang Islam keliru kerana sebutan nama Allah itu sama antara mereka dan Islam. Lalu rosak akidah orang Islam kita nanti. Saya berkata kepadanya: “Jikalaulah sebutan nama tuhan itulah yang menentukan akidah Islam, tentulah golongan musyrikin Mekah tidak memerlukan akidah yang dibawa oleh Nabi s.a.w. Mereka telah sekian lama memanggil tuhan dengan panggilan Allah.

Lihatlah bapa Nabi kita Muhammad bernama ‘Abdullah yang bermaksud hamba Allah. Tentu sekali bapa baginda lahir pada zaman jahiliah sebelum kemunculan baginda sebagai rasul. Nama itu dipilih oleh datuk Abdul Muttalib yang menjadi pemimpin Quraish pada zaman dahulu. Quraish pada zaman jahiliah juga bertawaf dengan menyebut: LabbaikalLahhumma yang bermaksud: Menyahut seruanMu ya Allah!

Al-Imam Muslim dalam sahihnya meriwayatkan hadis mengenai perjanjian Hudaibiah antara Nabi s.a.w dengan Quraish Mekah, seperti berikut: “Sesungguhnya Quraish membuat perjanjian damai dengan Nabi s.a.w. Antara wakil Quraish ialah Suhail bin ‘Amr. Sabda Nabi s.a.w : barangkali aku boleh tulis Bismillahirrahmanirrahim. Kata Suhail: Adapun Bismillah (dengan nama Allah), maka kami tidak tahu apa itu Bismillahirrahmanirrahim. Maka tulislah apa yang kami tahu iaitu BismikalLahumma (dengan namaMu Ya Allah!)”. Dalam riwayat al-Bukhari, Nabi s.a.w menerima bantahan tersebut. Ternyata mereka menggunakan nama Allah.

Maka yang membezakan akidah Islam dan selainnya adalah tauhid yang tulus yang menentang segala unsur syirik. Ketidak jelasan dalam persoalan inilah yang menggugat akidah jenerasi kita. Mereka yang berakidah dengan akidah Islam sangat sensitif kepada sebarang unsur syirk agar tidak menyentuh akidahnya. Bukan semua yang mengakui Allah akan dianggap beriman dengan iman yang sah selagi dia tidak membersihkan diri dari segala unsur syirik.

Lihat, betapa ramai yang memakai serban dan jubah, berzikir sakan tetapi dalam masa yang sama menyembah kubur-kubur tok wali tertentu dengan cara menyeru dan merintih pemohonan darinya. Ini yang dilakukan oleh sesetengah tarekat yang sesat. Apa beza mereka ini dengan yang memanggil nama-nama berhala yang asalnya dari nama orang-orang saleh juga, yang mati pada zaman dahulu.

Firman Allah: (maksudnya) Ingatlah! Untuk Allah agama yang suci bersih (dari segala rupa syirik). dan orang-orang musyrik yang mengambil selain dari Allah untuk menjadi pelindung (sambil berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah sehampir-hampirnya. Sesungguhnya Allah akan menghukum antara mereka tentang apa yang mereka berselisihan padanya. Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah petunjuk kepada orang-orang yang tetap berdusta (mengatakan Yang bukan-bukan), lagi sentiasa kufur (dengan melakukan syirik). (Surah al-Zumar ayat 3).

Di Malaysia kita pun ada yang memakai gelaran agama menentang pengajaran tauhid rububiyyah, uluhiyyah, asma dan sifat. Mereka ini menyimpan agenda musuh-musuh dakwah. Padahal pengajaran tauhid yang sedemikianlah yang mampu menjadikan muslim memahami dengan mudah hakikat tauhid. Mampu membezakan antara; sekadar mempercayai kewujudan Allah dengan mentauhidkan Allah dalam zatNya, ibadah kepadaNya dan sifat-sifatNya.

Persoalan tauhid anti syirik ini begitu mudah dan ringkas untuk memahaminya. Nabi s.a.w telah menyebarkannya dengan begitu pantas dan mudah. Seorang badawi buta huruf yang datang berjumpa baginda mampu memahami hanya dalam beberapa sessi ringkas. Bahkan mampu pulang dan mengislamkan seluruh kaumnya dengan akidah yang teguh. Namun, di kalangan kita, pengajaran akidah yang dinamakan ilmu kalam begitu berfalsafah dan menyusahkan.

Bukan sahaja badwi, orang universiti pun susah nak faham. Sehingga seseorang bukan bertambah iman, tetapi bertambah serabut. Bertahun-tahun masih dalam kesamaran. Diajar Allah ada, lawannya tiada, dengar lawannya pekak, lihat lawannya buta..lalu ditokok tambah dengan falsafah-falsafah dan konsep-konsep yang menyusahkan. Padahal penganut agama lain juga menyatakan tuhan itu ada, melihat, tidak buta, mendengar, tidak pekak dan seterusnya. Apa bezanya jika sekadar memahami perkara tersebut cuma?

Maka anak-anak orang Islam kita gagal memahami hakikat tauhid anti-syirik yang sebenar. Padahal ianya begitu mudah semudah memahami kalimah-kalimah akidah dalam surah al-Ikhlas yang ringkas. Kata Dr Yusuf al-Qaradawi: “Tambahan pula, perbahasan ilmu kalam, sekalipun mendalam dan kepenatan akal untuk memahami dan menguasainya, ia bukannya akidah…Lebih daripada itu perbahasan ilmu kalam telah terpengaruh dengan pemikiran Yunan dan cara Yunan dalam menyelesaikan masalah akidah. Justeru itu imam-imam salaf mengutuk ilmu kalam dan ahlinya serta berkeras terhadap mereka” (Al-Qaradawi, Thaqafah al-Da’iyah, m.s. 92 Beirut: Muassasah al-Risalat). Dahulu kelemahan ini mungkin tidak dirasa, tetapi apabila kita hidup dalam dunia persaingan, kita mula menderitai kesannya.

Jika akidah jenerasi kita jelas, apakah mereka boleh keliru antara ajaran Islam dan Kristian? Adakah mereka tidak tahu beza antara ajaran yang menyebut tuhan bapa, tuhan anak dan ruhul qudus dengan akidah Islam yang anti-syirik, hanya disebabkan adanya sebutan Allah? Begitu jauh sekali perbezaan itu! Bagaimana mungkin sehingga mereka tidak dapat membezakan antara malam dan siang? Apakah juga nanti kita tidak membenarkan pihak lain menyebut nama nabi Ibrahim, Ishak, Ya’kub, Daud dan lain-lain kerana budak-budak kita akan keliru lagi. Akidah apakah yang mereka belajar selama ini di KAFA, JQAF dan berbagai lagi sehingga begitu corot. Kalau begitu, sama ada sukatan itu lemah, atau tenaga pengajarnya perlu dibetulkan.

Maka sebenarnya, isu ini adalah isu kelemahan kita umat Islam dalam memahami akidah yang sebenar. Jenerasi kita tidak mempunyai benteng akidah yang kukuh. Lalu kita semua bimbang mereka keliru dengan akidah orang lain. Untuk mengatasi masalah ini, kita cuba mengambil pendekatan undang-undang. Agar dengan halangan undang-undang, kelemahan akidah generasi kita dapat dipertahankan.

Persoalan yang patut kita fikirkan, sehingga bilakah kita akan mampu terus hidup hanya berbekalkan oksigen dari saluran undang-undang sehingga kita yang majoriti, dengan segala peruntukan yang ada; TV, radio, berbagai-bagai institusi dan agensi yang dilindungi, masih takut kepada gerakan minoriti? Di manakah kehebatan Islam yang selalu kita sebut dan ceritakan sejarah kegemilangannya? Atau sebenarnya, kita tidak memiliki Islam seperti hari ia diturunkan? Maka kempen Islam kita selalu tidak berkesan.

Bagi saya, bukan soal nama Allah itu yang terlalu perlu untuk direbut atau dijadikan agenda besar. Tetapi, gerakan membina semula akidah yang sejahtera dan memahamkan generasi kita wajah Islam yang sebenar agar mampu bersaing dan menghadapi cabaran zaman.

AMALAN ISLAM YANG DILUPAKAN

orang kafir yang bijak-bijak sedang mendekati islam, sedangkan orang islam yang bodoh-bodoh sedang meninggalkan islam "

orang non islam punyalah mahu mecari keburukan dan kekurangan islam, hingga tiap ayat dalam quran dorang kaji dan teliti(hingga dorang sedar kenapa ayat surah iqra' pertama-tama sekali diturunkan) sedangkan yang sudah sedia islam sekadar megakui dengan lidah, "aku islam" tapi tak pernah menghayatinya, macam ramai yang dah minum arak tapi tak mau makan daging khinzir- sedangkan dua-dua itu haram hukumnya

Dakwah tak dijalankan bersungguh dan beramai2 oleh SEMUA orang yang paham. Ada yang hanya meletakkan peranan dakwah pada bahu sesetenganh golongan, padahal ada fadhu ain dan fardhu kifayah dalam agama.. Berapa jam sgt aku spend time untuk mengembangkan dan menyampaikan agama?

ada orang cakap, dakwah itu hanya fardhu kifayah..bagi aku, pengertian fardhu kifayah bagi mereka yang betul2 menghayati Islam sebagai pegangan dan cara hidup adalah "orang lain tak payah buat, saya kena buat" bukan nya "fardhu kifayah tu orang lain dah buat, saya tak perlu la susah2.."



zaitihamdan:
Salah satu tipu daya syaitan yang sangat besar adalah dengan mengharapkan kebaikan besar pada masa yang akan datang, maka kebaikan kecil yang boleh di lakukan sekarang di tangguh.

Syaitan berusaha agar setiap manusia tidak dapat membuat apa-apa kebaikan walaupun kecil pada masa sekarang dengan berbagai alasan (dan biasanya syaitan berjaya dengan muslihat begini) kerana biasanya, orang yang berharap kebaikan yang besar pada masa yang akan datang, tidak juga dapat melaksanakannya apabila tiba masanya..,

* Berapa ramai yang kata bila ada kereta maka dapatlah aku ke masjid, tapi bila ada kereta masih juga solat di rumah…
* Berapa ramai abang haji yang kata bila ada duit banyak maka barulah aku sedekah, tapi bila dah duit banyak bertukar menjadi haji bakhil?
* Berapa ramai yang tangguhkan dakwah dengan alasan takde ilmu dan belum ‘baik’?
* Berapa ramai yang tunggu 'Negara islam' baru nak amal sunnah Nabi, sekarang tak pe pakai amalan bukan sunnah Nabi sebab Negara belum islam?
* Berapa ramai yang tak nak iktikaf di masjid dan berdakwah pintu ke pintu, semata mata tunggu ulamak mereka buat, baru mereka nak buat?
* Berapa ramai yang tinggalkan sunnah Nabi yang asal, semata mata ulamak mereka tak buat lagi kerana sedang tunggu 'Negara islam'?

Sedangkan hakikatnya kebaikan kecil yang boleh di lakukan sekarang akan menjadi asbab untuk sampai kepada kebaikan yang besar.


ps : Saitan banyak dah berjaya tipu manusia…

Syaitan kata: jangan baca buku ugama, sebab aku tok guru…
Syaitan kata: jgn buat dakwah kalau kau takde ilmu…
Syaitan kata: tunggu kau baik dulu baru boleh dakwah org…
Syaitan kata: tunggu kau kaya dulu baru boleh sedekah…

Org alim kata: bacalah buku ugama sukurang2nya ½ jam sehari…
Org alim kata: sampaikanlah walaupun satu ayat…
Org alim kata: kalau kau nak jadi baik, ajaklah org buat baik…
Org alim kata: kalau kau nak kaya, sedekahlah satu sen pun!


al_haq:
Quote from: zaitihamdan on 19 July, 2007, 06:19:57 PM

" orang kafir yang bijak-bijak sedang mendekati islam, sedangkan orang islam yang bodoh-bodoh sedang meninggalkan islam "

orang non islam punyalah mahu mecari keburukan dan kekurangan islam, hingga tiap ayat dalam quran dorang kaji dan teliti(hingga dorang sedar kenapa ayat surah iqra' pertama-tama sekali diturunkan) sedangkan yang sudah sedia islam sekadar megakui dengan lidah, "aku islam" tapi tak pernah menghayatinya, macam ramai yang dah minum arak tapi tak mau makan daging khinzir- sedangkan dua-dua itu haram hukumnya

Dakwah tak dijalankan bersungguh dan beramai2 oleh SEMUA orang yang paham. Ada yang hanya meletakkan peranan dakwah pada bahu sesetenganh golongan, padahal ada fadhu ain dan fardhu kifayah dalam agama.. Berapa jam sgt aku spend time untuk mengembangkan dan menyampaikan agama?

ada orang cakap, dakwah itu hanya fardhu kifayah..bagi aku, pengertian fardhu kifayah bagi mereka yang betul2 menghayati Islam sebagai pegangan dan cara hidup adalah "orang lain tak payah buat, saya kena buat" bukan nya "fardhu kifayah tu orang lain dah buat, saya tak perlu la susah2.."




tul tu,tapi bagi zaman sekarang,sesetengah ulamak mengatakan bahawa ia adalah fardhu ain,tentang kewajipan berdakwah ni ana tanya sendiri pensyarah ana.....adakah kita masih hendal berdiam diri d133 ::) ::)

ain:
nak merasai bagaimana ummah yg kukuh perpaduannya...ukhuwah sesame mereka dan hubungan dgn ALLAH...kita diri sendiri kena mulakan dahulu....hanya mengharapkan ISLAM akan bangkit sedangklan diri x improve kepada yg lebih baik x gune kan?

ana tertarik kate2 mustafa masyhur...

'ummah ibarat batu asas sebuah bangunan...jika baik(berkualiti)batu asas itu maka baiklah bangunan yg akan didirikan....'

sesamelah kita amar maaruf nahi munkar...

Sekilas Tentang Jin

“Sesungguhnya jin dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (Al Quran, surat Al A’raf : 27)

Makhluk ciptaan Allah dapat dibedakan antara yang bernyawa dan tak bernyawa. Di antara yang bernyawa adalah jin. Kata jin menurut bahasa (Arab) berasal dari kata ijtinan yang berarti istitar (tersembunyi). Jadi jin menurut bahasa berarti sesuatu yang tersembunyi dan halus, sedangkan setan ialah setiap yang durhaka dari golongan jin, manusia atau hewan. Iblis adalah gembongnya setan.




Apakah jin itu?


Jin dinamakan jin karena wujudnya yang tersembunyi dari pandangan mata manusia. Firman Allah, “Sesungguhnya ia (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.”(QS. Al A’raf 27). Kalau pun ada manusia yang dapat melihat jin, jin yang dilihatnya itu adalah yang sedang menjelma dalam wujud makhkuk yang dapat dilihat mata manusia biasa. Dalam sebuah hadis, Nabi SAW bersabda, “Setan memperlihatkan wujud (diri)nya ketika aku shalat, namun atas pertolongan Allah, aku dapat mencekiknya hingga kurasakan dingin air liurnya di tanganku. Kalau bukan karena adanya doa saudaraku Nabi Sulaiman, pasti kubunuh dia.”(HR Al Bukhari).

Asal kejadian jin.

Kalau manusia pertama diciptakan dari tanah, maka jin diciptakan dari api yang sangat panas. Allah berfirman, “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al Hijr: 27). “Dan Kami telah menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar Rahman : 15).


Rasulullah bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan (diceritakan) kepada kamu (yaitu dari air sperma dan ovum).” HR Muslim dari Aisyah di dalam kitab Az- Zuhd dan Ahmad di dalam Al Musnad.

Bagaimana wujud api yang merupakan asal kejadian jin, Al Quran tidak menjelaskan secara rinci, dan Allah pun tidak mewajibkan kita untuk meneliti-nya secara detail. Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid dan Adhdhak berpendapat bahwa yang dimaksud “api yang sangat panas” (nar al-samum) atau “nyala api” (nar) dalam firman Allah di atas ialah “api murni”. Ibnu Abbas pernah pula mengartikannya “bara api”, seperti dikutip dalam Tafsir Ibnu Katsir.


Mengubah bentuk.

Setiap makhluk diberi Allah kekhususan atau keistimewaan tersendiri. Salah satu kekhususan jin ialah dapat mengubah bentuk. Misalnya jin kafir (setan) pernah menampakkan diri dalam wujud orang tua kepada kaum Quraisy sebanyak dua kali. Pertama, ketika kaum Quraisy berkonspirasi untuk membunuh Nabi SAW di Makkah. Kedua, dalam Perang Badr pada tahun kedua Hijriah, seperti diungkapkan Allah di dalam surat Al Anfal: 48.




Apakah jin juga mati?

Jin beranak pinak dan berkembang biak. Allah memperingatkan manusia agar tidak terkecoh menjadikan iblis (yang berasal dari golongan jin) dan keturunan-keturunannya sebagai pemimpin sebab mereka telah mendurhakai perintah Allah (QS. Al Kahfi: 50).

Banyak orang menganggap bahwa jin bisa hidup terus dan tidak pernah mati, namun sebenarnya ada hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, di mana Rasulullah SAW berdoa: “Anta al-hayyu alladzi la yamutu, wa al-jinnu wa al-insu yamutuna – Ya Allah, Engkau hidup tidak mati, sedangkan jin dan manusia mati.” (Bukhari: 7383, Muslim : 717)




Tempat- tempat jin.

Banyak perbedaan antara manusia dengan jin, namun persamaannya juga ada, di antaranya sama-sama menghuni bumi. Bahkan jin telah mendiami bumi sebelum adanya manusia. Jin tinggal di gunung- gunung, di danau- danau, di lautan bahkan jin juga bisa tinggal bersama manusia di rumah manusia, tidur di ranjang dan makan bersama manusia. Tempat yang paling disenangi jin adalah WC, tempat manusia membuka aurat. Agar aurat kita terhalang dari pandangan jin ketika kita masuk ke dalam WC, hendaknya kita berdoa yang artinya, “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari (gangguan) setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR At-Turmudzi).


Setan suka berdiam di kubur dan di tempat sampah. Apa sebabnya, Quran sengaja tak menjelaskan secara rinci. Mungkin karena kuburan sering dijadikan sebagai tempat bermeditasi oleh tukang sihir (paranormal). Nabi SAW melarang kita tidur menyerupai setan. Setan tidur di atas perutnya (tengkurap) dan bertelanjang. Manusia yang tidur dalam keadaan bertelanjang menarik perhatian setan untuk mempermainkan auratnya.


Setan selalu mendampingi manusia.

Sudah menjadi komitmen setan akan senantiasa menggoda manusia agar durhaka kepada Allah. Oleh karena itu setan terus menerus mengincar manusia, setiap saat menyertai manusia sehingga setan itu disebut pula sebagai qarin bagi manusia, artinya “yang menyertai” manusia. Setiap manusia disertai setan yang selalu memperdayakannya, bahkan manusia dan qarin-nya akan bersama-sama pada hari berhisab nanti. Allah berfirman, artinya: “Yang menyertai dia (qarin-nya) berkata (pula): “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.” (QS. Qaf: 27).

http://pakarhowto.com/rahsia/hikmah-sujud-melegakan-sistem-pernafasan.ht

Assalamualaikum dan salam ceria untuk semua pembaca blog yang sentiasa singgah disini. Harap saudara/ri sihat walfiat hendaknya. Ha..ha..kalu bagi yang kurang sihat tu cepat-cepatlah jumpa doktor dan dapatkan rawatan dengan segera dan banyakkan berehat secukupnya yer.

MUNGKIN ramai di kalangan umat islam tidak sedar mengenai pelbagai hikmah yang tersembunyi ketika sujud.



Padahal, kita perlu sedar bahawa tiada suatu pun ciptaan dan suruhan Allah s.w.t. yang sia-sia, malahan setiap ciptaan itu mempunyai kelebihan yang selalunya tidak terjangkau dek akal manusia.

Manusia melakukan sujud dalam dua bentuk, iaitu sujud fizikal seperti ketika solat dan sujud spiritual berbentuk ketaatan kepada perintah Allah s.w.t. dan menjauhi larangannya.

Ulama lain mengatakan sujud boleh melegakan sistem pernafasan dan mengembalikan kedudukan organ ke tempat asalnya.

Bernafas ketika sujud pula boleh memberikan kesan baik seperti berikut ;

(more…)


Tags: fadhilat sujud, hikmah sujud, kebaikan sujud, kebaikan sujud dari segi kesihatan, keistimewaan sujud, rukuk dan sujud, sujud, sujud cara nabi, sujud dan kelebihannya, sujud dapat mencegah kanser, sujud ke hadrat ilahi, sujud kepada Allah, sujud melegakan pernafasan, sujud penawar penyakit, sujud penuh rasa kehambaan

Jenayah lidah, nafsu punca rosak segala ibadat

Amalan zikir jamin puasa sempurna, dorong diri sentiasa berusaha untuk kebaikan

PUASA adalah urusan peribadi seorang hamba dengan Allah. Begitu rahsia sifatnya kerana tiada siapa yang tahu apakah seseorang itu benar-benar berpuasa atau dia hanya berpura-pura. Hanya Allah yang Maha Mengetahui.


Puasa juga berperanan membentuk kasih sayang dalam diri hamba kepada Allah. Ibadat yang istimewa itu berhasil mengajar kita mengenai rahsia ketundukan dan kesabaran di atas perintah-Nya.

Bukan senang mendapat pahala puasa yang dijanjikan Allah. Entah-entah ibadat puasa itu mungkin rosak oleh pengaruh persekitaran dipenuhi gangguan hawa nafsu yang bersekutu.

Ada beberapa tanda menunjukkan puasa seseorang itu cacat seperti dijelaskan melalui sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Sesiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak berhajat kepada usahanya meninggalkan makan dan minum (puasanya).” (Hadis riwayat al-Bukhari)

Mengapakah Allah amat membenci lidah yang suka bermaksiat sehingga memberi amaran kepada orang yang berpuasa dengan amaran begitu keras? Tidak dinafikan jenayah lisan bukan hanya menjadi penyebab rosaknya puasa, tetapi ia juga menjadi sumber kerosakan segala ibadat.

Jenayah lisan juga menjadi racun yang mematikan kasih sayang dalam pergaulan sesama insan, menyuburkan benih dendam dan kebencian dalam persaudaraan. Apabila manusia terdedah kepada bahaya fitnah, saling mencela, berprasangka buruk atau menghina secara terang-terangan maka akan rosaklah kehidupan yang asalnya aman dan damai.

Justeru, strategi paling berkesan bagi menghindari maksiat lisan sudah diajar Baginda SAW melalui penyaksian Ummul Mukminin Aisyah yang berkata:

“Sesungguhnya Rasulullah sentiasa berzikir kepada Allah setiap saat.” (Hadis riwayat Muslim)

Alangkah eloknya apabila kita boleh memujuk diri dan membulatkan tekad untuk sentiasa berzikir seperti mana amalan Baginda SAW.

Walaupun tujuan sebenarnya ialah untuk menghadirkan Allah pada setiap perbuatan, supaya lurus segala amal zahir dan batin, amalan zikrullah juga diyakini boleh menyibukkan lidah dan hati sehingga keduanya tidak berpeluang melakukan maksiat.

Zikrullah menjamin puasa yang sempurna, hati hidup dan jasad sentiasa bergerak untuk kebaikan.

Selepas memahami tanda puasa yang cacat dan ubat mujarab untuk mengubatinya, seharusnya kita juga menggali kefahaman mengenai tanda puasa yang sempurna iaitu:

Ikhlas beramal secara sembunyi dan terang-terangan.

Setiap mukmin yang beramal ada kalanya terpaksa menghadapi bisikan hati yang ragu-ragu terhadap amalannya itu. Bisikan itu memujuk supaya menyembunyikan amal daripada pandangan manusia sebagai syarat keikhlasan.

Padahal fitrah manusia suka kepada pergaulan, saling mempengaruhi dan berhubungan satu sama lain.

Maka tidak menjadi kesalahan melakukan amal secara terang yang dilakukan berjemaah atau di hadapan khalayak ramai. Amal yang terang di hadapan orang lain tidaklah kecil kedudukannya di samping amalan tersembunyi.

Kesan dari melakukan amal secara terang amatlah baik untuk persekitaran kita. Bukankah amal itu boleh menjadi teladan untuk diambil peringatan?

Nyata silapnya pandangan mengenai amal yang dilakukan dengan terang-terangan kononnya dapat merosakkan niat. Sedangkan hadis Rasulullah SAW menjelaskan yang mafhumnya:

“Sesiapa yang menunjukkan kebaikan maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (Hadis riwayat Muslim)

Tetapi hasutan syaitan tidak akan pernah menyerah untuk memperdaya manusia, dibisikkan ke dalam hati orang yang beramal secara terang-terangan itu mengenai bahaya riak supaya orang itu mengalami keraguan dan akhirnya langsung meninggalkan amal.

Cara ubati was-was yang dihembus syaitan seperti diterangkan al-Imam Fudail bin ‘Iyyad katanya: “Meninggalkan amal kerana manusia itu adalah riak. Beramal kerana manusia itu adalah syirik. Adapun ikhlas ialah Allah menyelamatkan kamu daripada keduanya.”

Reda dan gembira

Tanda puasa yang sempurna selain ikhlas kepada Allah ialah reda dan gembira. Tidak merasa berat melakukan ibadat bahkan merasa gembira dengan mengingat janji Allah kepada orang yang berpuasa.

Janji-janji Allah itu dikhabarkan Rasulullah SAW dalam hadis Baginda antaranya:

Pertama ialah pahala istimewa yang menjadi rahsia Allah disimpan untuk orang yang berpuasa. Sabda Baginda SAW yang bermaksud: “Allah berfirman:

Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Janji Allah yang kedua, diampun segala dosa seperti sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:

“Sesiapa yang berpuasa dengan keimanan dan keikhlasan maka akan diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Ketiga, dijauhkan dari api neraka. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:

“Tidaklah seorang hamba yang mengerjakan puasa satu hari kerana Allah, melainkan Allah menjaga dirinya dari neraka sejauh perjalanan 70 tahun kerana puasanya yang sehari itu.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Keempat, imbalan tunai dan kesihatan jasmani. Sebelum pakar kesihatan mengkaji dan menemukan manfaat puasa,

Rasulullah SAW telah bersabda yang bermaksud: “Berpuasalah nescaya kamu akan sihat.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Kelima, doa yang tidak akan ditolak. Rasulullah SAW menegaskan dengan sabdanya yang bermaksud:

“Tiga orang yang doanya tidak akan ditolak; pemimpin adil, orang berpuasa sehingga dia berbuka dan orang yang teraniaya.” (Riwayat Ahmad, al-Nasai, al-Tirmizi dan Ibnu Majah)

Keenam ialah masuk syurga melalui Bab al-Rayyan. Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya:

“Barang siapa yang termasuk golongan orang mengerjakan sembahyang maka ia akan dipanggil dari pintu solat.

Barang siapa termasuk golongan orang melakukan jihad, maka ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barang siapa termasuk golongan orang yang berpuasa maka dia akan dipanggil dari pintu al-Rayyan.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Enam ganjaran tadi boleh menjadi pemacu ke arah kesempurnaan puasa. Saat menahan lapar dan dahaga, ketika menghidupkan malam dengan ibadat, membaca al-Quran pada siang hari, bersedekah, bekerja dan menuntut ilmu, ketika zikrullah tidak terlucut dari hati dan lisan, ingatlah enam ganjaran ini.

Puasa itu memberi kesan kepada keperibadian.

Selepas seseorang itu bersusah payah mengawal hawa nafsunya sepanjang Ramadan, tetapi ketika berakhirnya Ramadan dia kembali menjadi orang panas baran, tamak, rakus dan gelojoh maknanya puasanya itu tidak memberi kesan kepada keperibadiannya. Dia tidak mencapai matlamat ditetapkan al-Quran.

Hal ini dijelaskan firman Allah yang bermaksud: “Wahai orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa seperti diwajibkan atas orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa.”

(Surah al-Baqarah, ayat 183)

Matlamat akhir ibadat puasa ialah mendapatkan bekalan takwa yang cukup untuk menjalani hari-hari seterusnya. Maknanya pada Syawal pun kita masih merasai nikmat beribadah seperti dirasai pada bulan Ramadan.

Tetapi ramai melepaskan pakaian takwanya ketika memasuki Syawal dan seterusnya tenggelam mengikut arus kecuali orang yang diberi cahaya petunjuk Allah.

Berhasilkah puasa membentuk keperibadian? Hal ini bergantung kepada sejauh mana kesungguhan seseorang menghiasi diri dengan pakaian takwanya atau dia mengganti pakaiannya itu dengan fesyen tidak diredai Tuhannya. Aduhai, alangkah ruginya manusia itu di dunia dan akhirat.

Ganjaran pahala sempurna bagi ummah rahsiakan amal ibadat

Umat ikhlas sentiasa memelihara kualiti amalan sama ada dilihat atau tidak.

IKHLAS tidak akan berada di hati orang yang gilakan pujian. Boleh jadi jasanya dikenang manusia tetapi di sisi Allah ia tiada bernilai walau seberat debu. Allah berfirman yang bermaksud: “Dan Kami hadapkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu umpama debu yang berterbangan, tiada bernilai.” (Surah al-Furqan, ayat 23)

Sesungguhnya ikhlas adalah rahsia antara Allah dan hamba-Nya. Tidak ada seorang pun yang mengetahui rahsia itu walaupun dia adalah malaikat pencatat amalan. Pengetahuan lupus atau tidaknya amalan manusia hanya berada pada ilmu Allah.

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Allah berfirman, “Aku adalah yang paling tidak memerlukan sekutu. Barang siapa yang beramal sedangkan Aku disekutukan dengan selain-Ku nescaya Aku tinggalkan dia dengan sekutunya.” (Hadis riwayat Imam Muslim)

Apabila amal yang dilakukan tidak boleh disembunyikan atas sebab tertentu seperti sembahyang berjemaah, haji atau sedekah yang diisytiharkan untuk memberi teladan kepada masyarakat supaya mengikuti perbuatan baik itu, maka seseorang mestilah mengawasi gerak hatinya supaya tetap membulatkan niat hanya kerana Allah.

Tidak salah beramal di hadapan manusia kerana setiap amal mesti diberi ganjaran yang sesuai sehingga 700 kali ganda balasannya. Tetapi jika mahu mendapatkan pahala yang sempurna tanpa dikurangkan sedikit pun seseorang hendaklah merahsiakan amalnya itu daripada pandangan manusia.

Rasulullah SAW menyatakan bahawa di akhirat nanti ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi rahmat Allah, dua daripadanya adalah orang yang memberi sedekah dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya tidak mengetahui, dan orang yang bersendirian mengingati Allah (berzikir) sehingga menitislah air matanya.” (Hadis riwayat Al-Bukhari, Muslim, Al-Nasai)

Sesiapa yang mahukan pujian dari yang Maha Terpuji hendaklah dia menyediakan amal perbuatannya semata-mata kerana mahu berkhidmat kepada yang Maha Terpuji. Hartanya, jiwa raganya, hidup dan mati diserahkan seluruhnya kerana mengharap reda Ilahi.

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, yang kaya dan yang suka menyembunyikan amalnya.” (Hadis riwayat Imam Muslim)

Kisah teladan sahabat Rasulullah SAW, tabiin dan salafus saleh adalah yang terbaik untuk diikuti dan diberi keutamaan bagi mereka yang mahu menyembunyikan amal soleh.

Imam Muslim melaporkan dalam Sahihnya daripada Abu Hurairah. Ketika Nabi SAW berada dalam suatu peperangan yang Allah memberikan kemenangan dan harta rampasan kepada Baginda SAW. Pada saat itu baginda bertanya kepada sahabatnya: “Apakah kalian kehilangan seseorang? Mereka menjawab: Ya, iaitu si dia, si dia dan si dia (mereka menyebut nama yang hilang).

Baginda SAW bersabda lagi: “Apakah kalian kehilangan seseorang? Mereka menjawab: Ya, si dia, si dia dan si dia. Sekali lagi Baginda SAW bersabda: Apakah kamu kehilangan seseorang? Mereka menjawab: Tidak ada lagi, ya Rasulullah. Baginda SAW bersabda: Tetapi aku kehilangan Julaibib. Carilah dia di antara mayat yang ada.”

Mereka pun mencarinya dan mendapatkannya di antara tujuh orang mayat musuh yang berhasil dibunuhnya. Rasulullah SAW mendatangi mayatnya dan bersabda: “Dia membunuh tujuh orang musuh dan mereka pun membunuhnya. Lelaki ini adalah sebahagian daripada aku dan aku sebahagian daripadanya. Lelaki ini adalah sebahagian daripada aku dan aku sebahagian daripadanya.”

Abu Hurairah berkata, bahawa Nabi SAW meletakkan jasadnya di atas kedua lengan Baginda sementara lengan lelaki itu hanya tinggal satu. Lalu Baginda SAW menggali kubur, meletakkan jasadnya di dalam kubur dan tidak memandikannya.

Julaibib adalah seorang insan yang tidak dikenali antara sahabat Rasulullah SAW. Selepas mendapat syahid, namanya begitu harum hingga menjadi sebutan yang indah di mata sejarah, melalui lisan Nabi SAW beliau dikenang walaupun manusia tidak pernah mengenalinya sebelum itu.

Kisah kedua pula menceritakan mengenai Umar bin al-Khattab yang mencari Uwais bin ‘Amir al-Qarny. Apabila bertemu Uwais, Umar berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: Akan datang kepada kalian seorang yang bernama Uwais bin ‘Amir bersama rombongan dari Yaman, Murad dan Qiran. Dia terkena penyakit kulit dan sembuh kecuali tinggal di satu tempat sebesar sekeping dirham. Dia mempunyai seorang ibu dan sangat berbakti kepada ibunya. Jika dia bersumpah atas nama Allah, tentu Allah akan mengabulkan untuknya. Jika kamu mampu supaya dia meminta ampunan untuk kamu maka lakukanlah.” (Hadis riwayat Imam Muslim)

Lalu Umar meminta Uwais berdoa memohon keampunan Allah untuknya dan Uwais melakukan permintaan Umar. Apabila Umar ingin memberi wang belanja dan sehelai kain, Uwais berkata: “Sesungguhnya aku sudah mendapatkan empat dirham dari pekerjaanku mengembala unta ini. Apakah kamu melihat aku meminta tambahan? Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya di hadapanku dan di hadapanmu ada beban yang berat, yang tidak dapat dipikul kecuali oleh orang yang menganggapnya ringan, kerana itu buatlah ia ringan, semoga Allah merahmatimu.”

Penampilan luaran kadang-kadang boleh menipu, oleh itu Allah hanya melihat yang berada di dalam hati dan diamal dengan nyata. Tanda ikhlas itu jika dilihat orang atau tidak, dia tetap melakukan amal dengan berkualiti kerana Allah.

Saturday, January 16, 2010

Teruskan Amalan Soleh Selepas Ramadhan

MUQADDIMAH
Bulan puasa sudah beberapa hari berlalu. Walaupun sebulan, kita merasakan waktu bersamanya cuma seketika. Dalam masa yang sama kita mengaharapkan dapat bertemu lagi Ramadhan, “Ya Allah sampaikanlah kami kepada Ramadhan yang akan datang”. Itulah erti doa yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad S.A.W.
BERTAUBAT
Di dalam bulan yang mulia itu kita seolah-olah berada di dalam sebuah madrasah terbuka yang mengajar kita pelbagai perkara antaranya ialah bertaubat. Firman Allah S.W.T yang berbunyi :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ يَوْمَ لا يُخْزِي اللهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ ءامَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ } سورة التحريم ءاية 8

Ertinya :
Hai orang-orang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Taubat yang dituntut adalah taubat nasuha. Taubat yang sempurna inilah disukai oleh Allah S.W.T. Marilah kita bertaubat dari segala dosa dengan penuh sesalan dan berazam tidak akan mengulanginya lagi.
AMALAN SOLEH
Begitu juga kita digalakan beramal soleh. Alangkah indahnya satu peristiwa yang berlaku ke atas seorang hamba yang bernama Sabit Al-Banani. Setelah kematiannya , masih lagi kedengaran bacaan Al-Quran dari kuburnya. Apabila diajukan persoalan tersebut kepada orang yang memasukkan jasadnya ke dalam kubur saat dikebumikan, lalu dia menceritakan : “Setelah aku memasukkan jasad Sabit Al-Banani ke dalam liang lahad, aku pun menyusun bata-bata untuk menutup pintu kuburnya. Tiba-tiba seketul bata telah terjatuh ke dalam kuburnya. Aku pun turun semula ke dalamnya untuk mengambil bata tersebut. Pada masa yang sama aku terlihat Sabit Al-Banani berdiri menunaikan solat di dalam kuburnya itu. Aku bertanya kepada seorang rakanku yang berada disebelahku adakah dia nampak peristiwa tersebut? Tetapi rakanku itu menyuruh aku diam sahaja. Bila kami menutup semula pintu kubur itu, kami pun terus pergi berjumpa dengan anak perempuannya lalu bertanya kepadanya apakah yang telah dilakukan oleh bapanya semasa hidup dahulu?”. Anaknya itu bertanya semula kepada kami apakah yang kami lihat? Kami pun menceritakan peristiwa yang telah terjadi. Lalu anaknya pun menjelaskan bahawa ayahnya semasa hidup dahulu, sentiasa berqiamullail selama 50 tahun! Pada waktu sahur pula dia akan berdoa dengan doa ini : “ Ya Allah Ya Tuhanku! Sekiranya Engkau telah anugerahkan kepada sesiapa sahaja di kalangan hambamu dengan bersolat di dalam kuburnya, maka anugerahkanlah juga kelebihan itu kepadaku” Jadi dengan kejadian itu, Allah telah memakbulkan doanya”.
Hamba yang soleh itu berterusan melakukan solat sunat selam 50 tahun dan memohon kepada Allah agar dikurniakan kepadanya solat di dalam kubur lalu Allah telah memakbulkan doanya. Akan tetapi pada zaman ini terdapat segolongan manusia yang sentiasa malas menunaikan kewajipan solat. Ada yang hanya menunaikan solat di dalam bulan puasa sahaja, selepas habis bulan puasa, terus tidak melakukan solat wa nau’zu billahi minzalik.
Lupakah kepada peristiwa yang telah dilalui oleh Nabi pada malam israk dan mikraj? Baginda melihat satu kumpulan manusia yang memecahkan kepala mereka sendiri, kemudian kepala yang pecah itu kembali bercantum, begitulah seterusnya. Jibril pun menjelaskan kepada Nabi bahawa itu adalah golongan manusia yang berat kepala menunaikan solat.
Wahai saudaraku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya seketika cuma. Tidak semena-mena maut datang menjemput. Lihatlah kepada sang hamba yang sentiasa beramal untuk kehidupan selepas mati. Ingatlah bahawa kelalaian tidak memberi apa-apa manfaat dan harta dunia hanyalah sedikit berbanding harta akhirat.
Alangkah besarnya kegembiraan seorang hamba yang beriman lagi soleh apabila melakukan kebaikan di dalam bulan Ramadhan. Bertambah-tambahlah kegembiraannya apabila dia dapat meneruskan amalan baik itu walaupun selepas bulan Ramadhan. Dia terus memelihara lidahnya dari perkara yang dimurkai Allah. Begitu juga apabila dia terus melaksanakan puasa dan solat samaada yang wajib mahupun sunat. Bukan itu sahaja,dia juga beria-ia untuk menambahkan ilmu dengan mula mengunjungi majlis-majlis ilmu yang mungkin diabaikannya sebelum ini. Nabi bersabda yang bermaksud :
” Tidaklah kenyang seorang mukmin itu daripada kebaikan (ilmu) yang didengarnya sehinggalah penamatnya adalah syurga”
Wahai saudaraku! Kekadang seorang manusia itu lalai dengan kehidupannya, kemudian ia pun tersedar lalu mencari pintu taubat. Pintu taubat akan sentiasa terbuka selagi roh tidak lagi sampai ke halkum dan selagi matahari tidak terbit dari sebelah barat dan juga selagi dia tidak melihat malaikat Izrail a.s.
Gembiralah orang yang telah bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Kita mungkin gembira dengan Aidilfitri yang telah berlalu, tetapi disana ada satu lagi kegembiraan yang lebih besar menanti orang-orang yang soleh dan beriman iaitulah lembaran amalannya pada hari kiamat yang menunjukan kebaikan yang telah dilakukannya semasa hidup di dunia. Sedangkan pada masa yang sama orang-orang yang lalai di dunia dan tidak bertaubat, berada dalam kerugian dan kekesalan sedang menanti hukuman.
Orang yang bertaubat itu berada bersama-sama orang beriman yang lain di dalam syurga menikmati manisan dan makanan ahli syurga. Bukan itu sahaja, bahkan mereka juga akan berdamping dengan Nabi Muhammad S.A.W.
PUASA ENAM HARI
Janganlah engkau lupa wahai saudaraku dengan puasa enam hari di dalam bulan Syawwal. Amalan ini disunatkan kepada kita berdasarkan sebuah Hadis Nabi yang berbunyi maksudnya :
“Sesiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dan kemudian diikuti dengan enam hari dalam bulan Syawwal, dia seolah-olah berpuasa sepanjang tahun”.
Para Ulamak tidak mensyaratkan puasa di dalam bulan Syawwal dilakukan secara berturut-turut. Ianya boleh dilakukan secara berselang seli.
AKHIRNYA :
Ya Allah! Sesungguhnya kami semua mendambakan cintaMu, cinta orang yang mencintaiMu dan juga amalan yang boleh menyampaikan kami kepada cintamu, Ya Allah! Jadikanlah cintaMu sebaik-baik cinta kepada kami berbanding diri kami sendiri, keluarga kami dan lebih baik lagi berbanding air yang sejuk.
Anda mungkin juga meminati:

HARI RAYA : HARI PERHIASAN DAN SENYUMAN

Friday, January 15, 2010

50 Amalan-amalan Terbaik dalam Hidup

1.Berikut di antara beberapa perkara yang kadang-kadang kita terlupa untuk mengerjakannya:

2.Sesiapa yang berwuduk saat ingin tidur dan meminta supaya ALLAH berikan kebaikan dunia dan akhirat pasti akan di kabulkan – Tirmizi. Sunat tidur dalam keadaan berwuduk.
3.Sesiapa yang berselawat tidak kiralah banyak mana hitunganya setiap hari akan dapat keberkatandalam apa jua dengan syarat ia berusaha mencari keredhaanNya.
4.Sesiapa yang berselawat 41 kali sehari, insyaALLAH, akan dihindarkan daripada sifat tercela seperti hasad dengki, riak dsbnya dalam dirinya.
5.Berselawat 33 kali sehari dapat menjernihkan hati, mudah memahami akan sesuatu ilmu yang diajarkan, di samping beroleh ketenangan fikiran.
6.ALLAH akan hapuskan dosa-dosa kecil dengan kita mengamalkan berselawat sebanyak 11 kali tiap kali selesai menunaikan solat fardu.
7.Sewaktu menghadapi hidangan, Nabi membiasakan diri dengan mengambil makanan yang terdekat, kemudian baru di ambil hidangan yang lainnya sebagai simbolik kesopanan.
8.Amalkan membaca selawat sebanyak 1000 kali sehari, insyaALLAH akandi kurniakan kebijaksanaan pemikiran. Di samping itu berusahalah untuk menerokai pelbagai ilmu.
9.Sesiapa yang berniat mandi(untuk solat jumaat) kemudian pakai pakaian terbaik & wangian lalu solat jumaat, dosanya akan diampun hingga jumaat berikutnya-Ahmad.
10.Sesiapa yang mengamalkan berselawat 11 kali tiap hari, dengan izin ALLAH dirinya akan lebih dihargai oleh orang lain.
11.Uthman bin Affan riwayatkan bahawa Nabi SAW apabila berwuduk, beliau membasahi janggutnya-Tirmizi
12.Nabi tidak pernah mencela makanan. Jika baginda suka, dia makan dan sebaliknya beliau tinggalkan-Bukhari. Apatah lagi jika makanan itu pemberian orang lain.
13.Sahabat meriwayatkan: Aku lihat Nabi SAW makandengan 3 jari(ibu jari telunjuk & tengah)-Muslim. Jarang sekali beliau makan dengan 4 @ 5 jari kecuali ada keperluan
Menurut Sayyid Ahmad dahlan, sesiapa berselawat walau sekali pada malam jumaat, saat mautnya kelak akan dipermudahkan ALLAH seperti yang dihadapi oleh para nabi
14.Setiap penyakit ada penawarnya. Bacalah selawat tujuh kali pada air dan minum. InsyaALLAH, perut yang sakit atau memulas akan sembuh
Perbaharui wuduk tiap kali bersolat krn padanya terdapat banyak fadhilat. Hadith: 151.Sesiapa yang berwuduk dalam keadaan suci, ALLAH catatkan 10 kebaikan baginya-Abu Dawud.
16.Sesiapa yang mengamalkan membaca selawat tiga kali setiap selepas solat lima waktu akan dihilangkan kebuntuan fikiran dalam menghadapi apa jua masalah
17.Nabi SAW sering menghadap kekanan sedikit setelah solat berjemaah supaya makmum dapat melihat wajahnya. Sebaiknya imam berzikir dan doa seketika bersama makmum
18.Allah akan hapuskan dosa-dosa kecil dengan kita mengamalkan beselawat sebanyak 11 kali tiap kali selesai menunaikan solat fardu
19Nabi tak makan sambil bersandar-Bukhari. Ertinya, baginda makan dengan duduk condong sedikit ke hadapan bagi elakkan dirinya terlalu kenyang & mudahkan penghadaman
20Menurut Syihab Ahmad, sesiapa berselawat tiga kali tiap selesai solat subuh, Maghrib dan isyak, ALLAH akan menghindarkannya drp sebarang bencana
Nabi sering beristinsyaq air kedalam hidung dan menghembuskannya. Selain membersihkan, ia juga mengelakkan sebarang penyakit yang berkaitan dengan hidung
21.Setelah bersolat Nabi memohon ampun ( astagfirullahalaziim) tiga kali-Muslim. Dalam riwayat yang lain, Nabi adakalanya beristighfar 75 kali sehari
22.Sesiapa yang amalkan berselawat sebanyak 1000 kali tiap hari, ALLAH akan memeliharanya daripada sebarang ancaman musuh serta bahaya fitnah
23.Apabila Nabi tidur, ia dahulukan mengiring sebelah kanan – Bukhari. Dari segi kesihatan, cara berkenaan baik untuk jantung (yang berada di kiri badan) mengepam darah
24.Amalan berselawat secara teratur setiap hari mampu membersihkan kekeruhan jiwa, dipermudahkan ALLAH segala urusan dan mendapat keampunan daripadaNYA
25.Tika Nabi tidur, ia membaca surah Al-Ikhlas,Al-Falaq dan An-Naas lalu meniup telapak tangan serta menyapu keseluruh tubuh)mohon perlindunganNYA) – Bukhari
26.Membaca selawat 10 kali pada setiap waktu pagi dan petang akan memperolehi keredhaan serta dijauhkan diri daripada mendapat kemurkaan ALLAH
Wuduk dahulu jika ingin tidur sekalipun dalam keadaan junub. Nabi menyarankan, cukup dengan bersihkan kemaluan dan berwuduk tanpa perlu mandi wajib jika ingin tidur
27.Munurut As-Shawi, sesiapa yang membaca selawat secara rutin, akan terpelihara hatinya daripada gangguan serta tipudaya syaitan yang melalaikan
28.Silangkan kaki jika tidur di masjid. Hadith: Sahabat melihatNabi berbaring di masjid dgn satu kakinya atas kaki yang lain (krn bimbang terdedah aurat) – Bukhari
29.Sesiapa yang membaca selawat sebanyak tujuh kali selama tujuh Jumaat berturut-turut, ia bakal mendapat syafaat (pertolongan) daripada baginda SAW
30.Adakalanya Nabi SAW amat menyukai doa-doa yang ringkas (mudah) – Abu dawud. Baginda mementingkan kualiti doa itu sendiri dengan sedikit tetapi maknanya yang menyeluruh
31.Menurut Al-Hafiz Dimyati, sesiapa yang berhajat menemui Nabi SAW dalam mimpinya maka amalkan membaca selawat sebanyak 70 kali sehari
32.Setelah bersolat Nabi SAW mohon ampun (astagfirullahalaziim) tiga kali – Muslim. Dalam riwayat yang lain, Nabi adakalanya beristighfar 75 kali sehari
33.Nabi seorang yang berpsikologi dalam memberi nasihat. Nabi memilih waktu yang sesuai untuk menasihati sahabat supaya mereka tidak bosan (atau tersinggung) – bukhari
34.Ada riwayat yang menyatakan bahawa amalan berselawat 80 kali tiap selepas solat asar pada hari jumaat, insyaALLAH akan dihapuskan dosa-dosa kecil seseorang
35.Menutup mulut dan rendahkan suara tika bersin. Hadith: Apabila Nabi bersin, beliau letakkan tangan atau pakaiannya dimulut (kerana dibimbangi terpercik) – Abu Dawud
36.Jiwa yang gelisah dapat ditenangkan dengan zikir, termasuklah berselawat sekerap yang mungkin kerana ALLAH itu Maha Luas rahmatNya
37.Sabda Nabi SAW: Barangsiapa yang berselawat kepadakusebanyak 100 kali pada hari jumaat, maka ia akan datang pada hari kiamat dengan keadaan bercahaya – Abu Naim
38Nabi tidak pernah menolak hadiah. Hadith: nabi selalu terima hadiah & amat menghargainya – Bukhari
39.Sesiapa yang sering mengamalkan berselawat pada setiap hari, ALLAH akan bukakan pintu rahmat dan rezeki yang tidak disangka-sangka baginya
40Selalu memilih yang lebih mudah. Hadith: Mudahkan sesuatu & jangan kamu sukarkannya – Muttafaq Alaih
41.Berdiri apabila melihat iringan jenazah. Hadith: Apabila kamu sekalian melihat jenazah ( yang diusung), maka berdirilah (sbg tanda penghormatan) – Muttafaq Alaih
42.Ulamak berpendapat, sesiapa yang amalkan selawat saban hari tak kira berapa hitungannya, InsyaALLAH dihindarkan daripada taun & wabak penyakit berbahaya yang lain
43.Bersujud syukur jika dapat khabar gembira. Nabi sering melakukannya ketikaberoleh khabar yang menyenangkan sebagai tanda syukur hamba terhadap ALLAH – Abu dawud
44.Membaca selawat 1000 kali selepas Solat Hajat dua rakaat mampu meenghilangkan keresahan, rasa dukacita serta dikabulkan ALLAH akan hajatnya
45.Beri salam hingga tiga kali sahaja. Bahawasanya Nabi (apabila mendatangi rumah sahabat) beri salam hingga 3 kali – Bukhari. Jika salamnya tak berjawab, beliau beredar
46.Menurut para ulamak, sesiapa yang inginkan saat kematiannya dalam kesudahan yang baik, maka berselawatlah seban yak 10 kali setiap selesai solat Maghrib
Melakukan pekerjaan rumah. Hadith: Bantuan terhadap isterimu itu adalah sedekah-Ad-Dailami
46.Para ulamak berpendapat, ALLAH sempurnakan hajat yang baik dengan senantiasa berselawat 40 hingga 100 kali setiap hari, di ikuti dengan usaha yang berterusan.
Wallahu a’lam

solat

kita sebagai mahluk tuhan kita kene buat ape yang dia suruh dan tinggalkan ape yang dia larang